Budidaya Belut Organik

 

Belut merupakan hewan jenis melata yang hidup di tanah lembab seperti persawahan atau rawa-rawa yang berlumpur. Namun sekarang agak susah mencari belut disawah karena tanah persawahan yang sudah tercemar dengan bahan kimia dari pupuk yang digunakan tidak berbahan organik. Belut di Indonesia banyak dikonsumsi, dipulau jawa sendiri belut dijadikan bahan baku pembuatan camilan, yaitu kripik belut. Bagi masyarakat penggila ras pedas belut ini bahkan digunakan sebagi bahan dasar untuk pembuatan sambal yaitu sambal belut. Macam-macam olahan belut yang ada di Indonesia. Dengan banyaknya permintaan belut dipasaran dengan orang-orang yang budidaya belut ini minim. Langkah mudah membudidaya belut akan di ulas disini. agar anda dapat menjadikan budidaya belut ini sebuah peuang usa yang menjanjikan.

Cara Budidaya Belut

Siapkan kolam untuk habitat belut-belut anda. Desain lah kolam anda berlumpur dan mirip dengan rawa-rawa. Belut ini dapat anda ternak di drum, kolam, maupun terpal. Pemilihan bibit belut ini berpengaruh dengan hasil panen anda. Budidaya belut dapat anda lakukan dengan pemilihan bibit belut yang tepat yaitu dengan pilihlah bibit belut dengan ukuran seragam atau sama, agar saat panen ukuran belut yang anda daptkan juga sama, selain itu dengan ukuran yang sama belut dalam kolam tidak saling memangsa jika pakan yang anda berikan kurang. Belut lincah dan tidak loyo serta tidak cacat. Belut harus terbebas dari penyakit dan memiliki panjang 10-12cm. Pakan alami belut adalah berbagai hewan kecil yang jatuh ke tanah atau ke kolamnya. Seperti serangga, siput, cacing dan hewan yang lebih kecil lagi. Belut ini termasuk karnivora yang memakan hewan lain atau pemakan daging. Sedangkan belut yang masih kecil memakan plankton atau hewan hewan kecil yang tak bertulang yang ada di habitatnya. Belut ini bisa diberi makanan tambahan seperti pelet, karena jika mengandalkan hewan atau serangga yang jatuh ke kolam akan menjadi belut ini saling memangsa karena kurangnya asupan makanan yang mereka terima. Untuk meningkatkan efektifitas pakan anda dapat menambahkan bahan organik dari linkvazi agen nasa linkvazi untuk belut anda agar hasil panen yang anda hasilkan bagus. Keberhasilan membudidayakan belut tidak terletak pada pakan saja, namun belut yang anda budidaya dapat anda berikan vitamin atau suplemen organik yang dapat meningkatkan bobot belut dan kesehatan belut agar tahan terhadap hama belut.

 

Hama Penyakit dan Panen Budidaya Belut

Pada umunya belut ini terserang penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri, jamur dan protozoa. Bakteri yang sering menyerang belut adalah bakteri jenis aeromonas dan pseudomonas. Belut yang terserang penyakit tersebut akan memiliki ciri tubuh bagian bawahnya mengalami pendarahan hingga menyebar sampai ke rongga mulut kemudian keseluruh tubuh. Untuk cara pengendaliannya adalah dengan gedebog atau batang pisang yang sudah membusuk. Masukkan saja batang pisang yang telah membusuk ini kedalam kolam budidaya belut anda untuk mengurangi berkembangbiaknya penyakit yang disebabkan oleh kedua bakteri tersebut batang pisang yang telah membusuk tersebut berfungsi sebagai antiseptik alami. Batang pisang yang membusuk juga akan membuat makanan alami bagi belut anda yaitu karena timbulnya cacing-cacing dari batang pisang yang telah membusuk tersebut. Panen belut dilakukan dalam waktu budidaya belut selama 3 samapi 4 bulan. Biasanya dalam satu drum berisi sekitar 2 kg belut dengan ukuran 11-13cm pada awal pembibitan. Harga untuk 1kg belut ukuran 7-10cm adalah 55.000 rupiah per kilo dan untuk konsumsi biasanya 33.000 rupiah dengan isi 3-5 belut. Belut ini banyak disukai masyarakat Indonesia, banyak olahan belut dan pemasaran belut ini tidak hanya di pasar-pasar namu di supermarket dijual belut dalam bentuk keripik, sedangkan di rumah makan anda akan menjumpai olahan sambel dari belut. Belut ini merupakan jenis ikan, namun ikan yang tidak bisa hidup di tempat yang memiliki kandungan air saja tapiu harus berlumpur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *