Kenali Hukum Isbal dengan Lebih Dekat

Agama Islam merupakan salah satu agama penuntun kaum muslimin agar dapat hidup baik di dunia sehingga mendapatkan pahala selama hidupnya. Agama Islam tidak hanya mengenal mengenai cara untuk mendekatkan diri dengan Allah SWT saja melainkan juga mempelajari hukum agama. Salah satu hukum agama yang diterapkan oleh Islam adalah hukum Isbal. Hukum Isbal dikatagorikan sebagai dosa besar dan hukumnya haram untuk dilakukan. Pendapat tersebut dikuatkan dengan riwayat Rasulullah yang menjelaskan bahwa ada tiga jenis golongan yang nantinya akan merasakan azab yang pedih di hari kematiannya. Salah satu orang yang merasakan tersebut adalah orang musbil atau mereka yang mengungkit-ungkit kebaikan selama hidip di dunia dan mereka yang menjual barang palsu ketika menjalankan usaha. Meskipun hukum Isbal haram hukumnya, ada pula yang berpendapat bahwa Isbal hukumnya boleh. Hukum Isbaldapat terjadi dengan alasan yang tepat.

youtube.com

Masalah Hukum Isbal

Hukum Isbal bagi lelaki dikatakan haram jika mereka mengenai penutup kaki yang panjangnya melebihi mata kaki. Bagi wanita yang mengenakan linkvazi busana muslim syari linkvazi, mereka tidak masuk ke dalam golongan tersebut meskipun busana yang mereka kenakan menutupi seluruh bagian kaki. Busana yang tertutup hingga mata kaki merupakan busana yang wajib dikenakan oleh para wanita muslimah. Kembali pada masalah hukum Isbal, ada dua macam masalah yang membuat hukum Isbal tersebut masuk ke dalam hukum yang haram dan yang berhukum boleh. Untuk mengetahui masalah tersebut, simak penjelasannya di bawah ini:

  • Musbil yang disertai dengan sikap yang sombong

Mereka yang masuk ke dalam masalah ini merupakan sosok yang akan menerima azab ketika kematian menjemput. Allah SWT tidak akan memandang, berbicara dan mensucikan orang-orang yang masuk ke dalam golongan ini.

  • Musbil tanpa sikap sombong

Dibandingkan dengan musbil yang disertai dengan sikap yang sombong, musbil tanpa sikap sombong memiliki siksaan yang lebih ringan. Penjelasan mengenai masalah tersebut bahkan berasal dari sabda Rasulullah yang mengatakan bahwa Allah SWT tidak akan memandang mereka yang menyeret pakaiannya hingga mata kaki dikarenakan sifat yang sombong. Dari sabda tersebut menjelaskan bahwa Isbal hukumnya boleh asal tidak disertai dengan sifat sombong. Sabda yang dituturkan oleh Rasullah juga pernah disampaikan kepada para sahabat-sahabatnya. Dari peristiwa yang pernah dialami oleh sahabat Rasullah tersebut, kita dapat melihat bahwa Isbal tidak selamanya haram untuk dilakukan selama tidak ada sifar sombong yang menyertainya.

Hukum Isbal yang Pernah Dilakukan oleh Sababat Rasulullah

Sahabat Rasulullah yang pernah mengalami hukum Isbaladalah Abu Bakar. Sahabat Rasulullah tersebut melakukan Isbal tanpa adanya kesengajaan. Ia bahkan tidak mengetahui bahwa perbuatan yang dilakukannya merupakan perbuatan yang salah, Tanpa kesengajaan tersebut, Abu Bakar dianggap tidak melakukan Isbal. Ia bahkan tidak menyeret pakaiannya hingga mata kaki dan melakukannya dengan kesombongan. Kondisi tersebut membuat Isbal berhukum boleh dan bukan merupakan pelanggaran yang berbuntut dosa. Agar kita tidak termasuk ke dalam orang-orang yang merugi, jangan pernah berbuat Isbal dengan kesombongan. Siksaan yang azab yang pedih akan menunggu kit ajika kita termasuk ke dalam orang-orang yang merugi. Semoga informasi di atas dapat berguna bagi kehidupan kita di dunia dan terhindar dari siksaan di akhirat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *